Pendidikan Karakter Bangsa

Pendidikan adalah bagian membangun Karakter Bangsa.

Jokowi Bertemu Siswa SMP Disabilitas

Pelajar Disabilitas perlu diberi semangat, kesempatan, peluang dan pengembangan diri sehingga bisa Mandiri dan Berprestasi. Jokowi - JK untuk Kemandirian Bangsa.

Jokowi Bertemu Dengan Siswa PAUD dan TK

Pendidikan Usia Dini yang aman, nyaman dan menyenangkan akan menjadi modal utama dalam membentuk pribadi yang utuh, yaitu keseimbangan lahir, batin dan ruhiyah. Inilah awal pembangunan Karakter Bangsa.

Jokowi

Pemimpinan adalah ketegasan tanpa ragu.

Dekat dan Bimbing Generasi Muda

Beri Tauladan yang baik agar terbentuk Mental yang Tangguh. Jokowi Untuk Pendidikan Indonesia

Jokowi di Taman Siswa

Taman Siswa adalah cikal bakal pengembangan pendidikan di Indonesia.

JKW4P JK4WP 2014

Siap wujudkan Indonesia Hebat!

Jun 15, 2014

Semasa SMA Jokowi dikenal pendiam dan pelit saat ujian

Meski sekarang menjadi tokoh penting di Indonesia, masa remaja Joko Widodo (Jokowi) ternyata bukanlah sosok yang banyak bicara. Capres PDIP itu di mata teman-temannya di SMA Negeri 6 Solo, dikenal sebagai sosok yang pendiam dan tak banyak bicara.

"Selain jujur, pinter, Jokowi itu sangat pendiam. Tak ada jiwa kepemimpinan atau sesuatu yang menonjol. Dia juga ga pernah jadi ketua kelas atau ketua OSIS," ujar Mahmud Nurwindu, teman sekelasJokowi kepada merdeka.com, Sabtu (24/5).

Nurwindu yang mengaku sangat dekat dengan Jokowi menceritakan, saat mengikuti tes atau ujian, mantan Wali Kota Solo tersebut dikenal sangat pelit.

"Dia itu nggak bakalan nyontek atau niru jawaban temannya kalau ujian. Dia juga pelit, nggak mau ngasih tau jawabannya kalau temannya nanya atau nggak bisa ngerjain. Saya yang orang dekatnya saja nggak pernah dikasih tahu kalau saya nggak bisa ngerjain soal. Dia itu pelit kalau ulangan, tapi konsekuen," paparnya.

Nurwindu menceritakan, usai lulus SMA, dirinya dan Jokowi sama-sama mendaftar kuliah ke UGM (Universitas Gajah Mada) Yogyakarta. Keduanya pun berangkat bersama-sama dari Solo, meski dengan kendaraan berbeda. Sesampai di Yogyakarta keduanya berpisah entah kemana.

"Dia itu nggak bilang-bilang kalau mau ndaftar ke Fakultas Kehutanan. Padahal saya juga mendaftar ke sana. Ternyata dia yang diterima, saya tidak. Itulah Jokowi, diam-diam, tak banyak bicara, ternyata malah berhasil," katanya.

Nurwahid yang saat ini berbisnis bersama Jokowi mengaku, tetap mengagumi sosok mantan wali kota Solo tersebut. Meski sudah menjadi wali kota dan gubernur, Jokowi tak pernah melupakan teman-temannya semasa remaja.

"Saya sudah berkomitmen dengan Jokowi, selama Jadi wali kota atau gubernur saya nggak akan bicara apapun di balai kota atau rumah dinas. Kalau mau bicara dengan saya, di pabrik saja. Dan dia pun mengabulkan permintaan saya. Sampai sekarang saya nggak pernah menginjakkan kaki, di rumah dinas atau kantornya," pungkasnya.
http://www.merdeka.com/peristiwa/semasa-sma-jokowi-dikenal-pendiam-dan-pelit-saat-ujian.html

Saat istirahat sekolah SMA, Jokowi hanya berdiri di pintu kelas

Banyak cerita lucu semasa Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) masih remaja. Selain pelit saat ulangan, capres PDIP itu juga tak pernah berbuat aneh-aneh saat bersekolah di SMA Negeri 6 Solo.

Sigit Haryanto teman kelas 1 Jokowi menceritakan, mantan wali kota Solo tersebut tak mempunyai kesenangan dan kebiasaan seperti teman lainnya di sekolah. Dalam hal makanan Jokowi juga tak sembarangan memilihnya.

"Jokowi itu nggak punya kesenangan apa-apa. Pas istirahat, yang lain kan main, bercandaan, atau jajan ke kantin. Jokowi itu hanya berdiri di pintu kelas. Setiap hari seperti itu," ujar Sigit, saat ditemui merdeka.com.

Mahmud Nurwindu, teman yang lain membenarkan cerita tersebut.

"Saya ini sebangku sama Jokowi dari kelas 1 sampai kelas 3 IPA.
Jarang sekali lihat Jokowi gojek-gojek (bermain) sama temen-temen. Kalau istirahat ya itu, berdiri di pintu kelas," ucapnya.

Sigit Haryanto menambahkan, dirinya punya cerita yang tak pernah terlupakan. Pria yang bekerja di tambang batu bara tersebut pernah dimintai tolong Jokowi untuk mendorong motornya sampai ke rumah.

"Waktu itu Jokowi punya motor, pas pulang sekolah mogok. Lantas saya beserta teman-teman lainnya mendorong sampai ke rumahnya di dekat kantor Damri," katanya.

Sigit berharap, temannya itu akan benar-benar menjadi Presiden RI. Agar bisa membawa negara ini lebih maju dan berkembang.

"Saya tidak menyangka, Jokowi akan menjadi besar seperti ini. Karena dulu orangnya sangat pendiam. Semoga dia benar-benar bisa menjadi presiden," ujarnya.
Sumber: http://www.merdeka.com/politik/saat-istirahat-sekolah-sma-jokowi-hanya-berdiri-di-pintu-kelas.html

Jun 5, 2014

Kerancuan Istilah Pendidikan

Kadang di media atau seminar-seminar sering kita mendengarkan banyak istilah Pendidikan yang diulang - ulang seperti Pendidikan Moral, Pendidikan Budi Pekerti atau Pendidikan Karakter. Menurut Jarolimek (1990: 53-57) dalam Zuriah (2007:19) untuk menghindari kerancuan pendidikan budi pekerti dengan jenis pendidikan afektif, pendidikan nilai, pendidikan moral, dan pendidikan karakter maka perlu dikemukakan pengertian masing-masing sebagai berikut:

1. Pendidikan Afektif

Pendidikan ini berusaha mengembangkan aspek emosi atau perasaan yang umumnya terdapat dalam pendidikan humaniora dan seni, namun juga dihubungkan dengan nilai-nilai hidup, sikap, dan keyakinan untuk mengembangkan moral dan watak seseorang.

2.  Pendidikan Nilai

Pengembangan pribadi siswa tentang pola keyakinan yang terdapat dalam sistem keyakinan suatu masyarakat tentang hal baik yang harus dilakukan dan hal yang buruk yang harus dihindari. Dalam nilai-nilai ini terdapat pembakuan tentang hal baik dan hal buruk serta pengaturan perilaku. Nilai-nilai hidup dalam masyarakat sangat banyak jumlahnya sehingga pendidikan berusaha membantu untuk mengenali, memilih, dan menetapkan nilai-nilai tertentu sehingga dapat digunakan sebagai landasan pengambilan keputusan untuk berperilaku secara konsisten dan menjadi kebiasaan dalam hidup bermasyarakat.

Arti Kata Budi Pekerti


Arti Kata
Budi pekerti terdiri dari dua kata yaitu Budi dan Pekerti. Budi yang berarti sadar atau yang menyadarkan atau alat kesadaran. pekerti berarti kelakuan. Secara etimologi Jawa budi berarti nalar, pikiran atau watak. sedangkan pekerti berarti penggawean, watak, tabiat atau akhlak. Dalam bahasa Sanskerta Budi berasal dari kata Budh, yaitu kata kerja yang berarti sadar, bangun , bangkit (kejiwaan). Budi adalah penyadar, pembangun, pembangkit. budi adalah ide-ide. Pekerti dari akar kata kr yang berati bekerja, berkarya, berlaku, bertindak (keragaan). pekerti adalah tindakan- tindakan. 

Implementasi Pendidikan Karakter

Faktor Pendidikan Karakter
Faktor lingkungan dalam konteks pendidikan karakter memiliki peran yang sangat penting karena perubahan perilaku peserta didik sebagai hasil dari proses pendidikan karakter sangat ditentunkan oleh faktor lingkungan ini. Dengan kata lain pembentukan dan rekayasa lingkungan yang mencakup diantaranya lingkungan fisik dan budaya sekolah, manajemen sekolah, kurikulum, pendidik, dan metode mengajar. Pembentukan karakter melalui rekayasa faktor lingkungan dapat dilakukan melalui cara :

Pilar – Pilar Pendidikan Karakter

Pendidikan karakter didasarkan pada enam nilai-nilai etis bahwa setiap orang dapat menyetujui – nilai-nilai yang tidak mengandung politis, religius, atau bias budaya. Beberapa hal di bawah ini yang dapat kita jelaskan untuk membantu siswa memahami Enam Pilar Pendidikan Berkarakter, yaitu sebagai berikut :

Sep 3, 2013

Pendidikan Budi Pekerti

Pendidikan Karakter
Budi Pekerti dimulai dari tingkat Dasar
Pentingnya akan nilai akhlak, moral serta budi pekerti yang luhur bagi semua warganegara kiranya ini sangat penting. Suatu Bangsa atau Negara bisa runtuh sebab pejabat Negara dan Warga Masyarakatnya yang tidak mempunyai moral.
Perilaku Amoral akan memunculkan keonaran, kerusuhan, penyimpangan dan lain-lain yang menyebabkan