Pendidikan Karakter Bangsa

Pendidikan adalah bagian membangun Karakter Bangsa.

Jokowi Bertemu Siswa SMP Disabilitas

Pelajar Disabilitas perlu diberi semangat, kesempatan, peluang dan pengembangan diri sehingga bisa Mandiri dan Berprestasi. Jokowi - JK untuk Kemandirian Bangsa.

Jokowi Bertemu Dengan Siswa PAUD dan TK

Pendidikan Usia Dini yang aman, nyaman dan menyenangkan akan menjadi modal utama dalam membentuk pribadi yang utuh, yaitu keseimbangan lahir, batin dan ruhiyah. Inilah awal pembangunan Karakter Bangsa.

Jokowi

Pemimpinan adalah ketegasan tanpa ragu.

Dekat dan Bimbing Generasi Muda

Beri Tauladan yang baik agar terbentuk Mental yang Tangguh. Jokowi Untuk Pendidikan Indonesia

Jokowi di Taman Siswa

Taman Siswa adalah cikal bakal pengembangan pendidikan di Indonesia.

JKW4P JK4WP 2014

Siap wujudkan Indonesia Hebat!

Jul 3, 2014

Seri Revolusi Mental : Modal kita adalah Manusia

Dulu, mau tidak mau, orang harus bekerja untuk makan.

Zaman dahulu kala, ketika ilmu ekonomi belum berkembang, belum pula dikenal angka pengangguran. Dulu, mau tidak mau, orang harus bekerja untuk makan. Paling tidak, ia harus memungut makanan yang ada di hutan. Kalau tidak bekerja, ia akan mati. Jadi, bekerja adalah upaya bertahan hidup.

Barulah di masyarakat modern, manusia punya kemewahan untuk menganggur. Kebutuhan hidupnya dapat ditanggung orang-orang lain yang produktivitasnya melebihi konsumsi. Ada subsidi silang. Namun, bila tingkat pengangguran terlalu tinggi, ongkos kebutuhan hidup masyarakat akan terasa berat untuk ditanggung hanya mereka yang bekerja.

Seorang ekonom pernah mengatakan bahwa anak muda Indonesia tidak punya kemewahan untuk menganggur. Mereka harus bekerja untuk bertahan hidup. Akibatnya, di negara kita, sektor informal berkembang luas. Pedagang kaki lima menjamur di mana-mana. Itulah gambaran manusia-manusia yang berupaya bertahan hidup.

Dalam kondisi apapun, manusia adalah modal utama suatu bangsa. Sebodoh apapun manusia-manusia itu, mereka memiliki kemampuan untuk bekerja, untuk produktif, meski tingkat produktifitasnya rendah. Karena itu, mengatakan modal utama bangsa kita adalah kekayaan alam sesungguhnya keliru. Alam tidak akan membawa manfaat bilamana tidak melibatkan campur tangan manusia.

Sekarang, bayangkan bilamana manusia Indonesia pandai-pandai, sehat-sehat, pekerja keras, pantang menyerah. Produktivitas mereka akan tinggi sekali. Kerja mereka akan menghasilkan kekayaan yang melimpah bagi bangsa kita.

Ketika masih di era penjajahan, ada keraguan  soal kemampuan kita menjadi bangsa merdeka. Waktu itu, tingkat buta huruf di atas 95 persen. Kondisi kesehatan buruk sekali. Hanya segelintir anak negeri yang mengenyam pendidikan tinggi. Bagaimana bisa kita mengatur suatu negara yang rakyatnya bodoh-bodoh? Apakah kita memiliki cukup aparatur untuk mengelola negara seluas Nusantara?

Para pemimpin bangsa waktu itu tidak ambil pusing. Mereka optimis saja  bahwa kita akan mampu menjadi bangsa mandiri. Kenyataannya memang demikian. Kita berhasil tumbuh menjadi bangsa yang semakin lama semakin kuat dan sejahtera.

Di tahun 1950-an, ketika kondisi politik mulai stabil, pemerintah menasionalisasi perusahaan-perusahaan Belanda. Ketika itu, berdiri cikal bakal Pertamina. Kepada Ibnu Sutowo (Direktur Utama Pertamina waktu itu), Bung Hatta berpesan : Manfaatkan kekayaan minyak yang ada di tanah Nusantara untuk membiayai pendidikan dan kesehatan rakyat. Pertamina menjadi agen pembangunan yang bertugas mengubah kekayaan alam menjadi kekuatan sumberdaya manusia Nusantara.

Para proklamator sudah sadar, modal utama kita sesungguhnya adalah manusia. Karenanya, uang yang sedikit sekalipun langsung dimanfaatkan untuk mendidik dan menyehatkan anak bangsa. Di era tahun 50-an itu sekolah-sekolah dibangun. Bung Karno memimpin sendiri gerakan memberantas buta huruf. Di era itu pula universitas-universitas didirikan.

Di awal era Orde Baru, Indonesia mulai memiliki lulusan universitas dalam jumlah melimpah. Mereka itulah yang menjadi tulang punggung perkembangan ekonomi di era 70, 80 dan 90-an. Sayangnya, di era ini, salah satu bagian penting dalam pembangunan manusia produktif diabaikan. Mental bangsa rusak akibat rezim otoriter dan budaya korupsi. Manusia Indonesia menjelma menjadi penuh ketakutan, rakus, oportunis, penjilat, sadis dan sejenisnya. Manusia Indonesia tega memakan manusia Indonesia lainnya, saudara sebangsanya sendiri.

Mentalitas itulah yang harus kita rombak dengan Revolusi Mental. (Taufik Anwar  - mahasiswa Pascasarjana Studi Pembangunan, relawan Generasi Optimis)

Sumber : http://www.tribunnews.com/nasional/2014/06/26/seri-revolusi-mental-3-modal-kita-adalah-manusia

Jul 2, 2014

Masih Tentang Pendidikan Finlandia (3) : Tulisan Mahasiswa Indonesia Selama Di Finlandia

Dengan menjadi salah satu negara dengan sistem pendidikan yang terbaik di dunia, Finlandia berhasil membawa nama baik negaranya di berbagai bidang dimana pendidikan merupakan salah satu kunci utama dari kemajuan negara tersebut. Kesejahteraan bersama, kesetaraan di bidang gender, kemajuan di bidang teknologi dan informasi, dan rendahnya level korupsi, merupakan nilai-nilai terkuat negara Finlandia yang berada di belahan bumi utara, kawasan Skandinavia dan merupakan bagian dari Uni Eropa ini.

Pendidikan tingkat tinggi mempunyai peranan penting dalam lingkungan masyarakat Finlandia dalam hal ketenaga kerjaan, keilmuwan dan sistem inovasi nasional. Seiring dengan situasi meningkatnya jumlah tenaga kerja yang memasuki masa pensiun dan minimnya tenaga kerja yang memasuki usia efektif kerja, negara yang hanya berpenduduk sekitar 5 juta ini mempunyai target strategi untuk menambah mahasiswa internasional mencapai lebih dari 20.000 pada tahun 2015. Saat ini Finlandia mempunyai sekitar 14.000 mahasiswa internasional yang merangkap sekitar 2.2% dr jumlah pelajar.

Institusi pendidikan tingkat tinggi di Finlandia menawarkan berbagai program Sarjana hingga Doktoral dengan berbahasa pengantar inggris dalam dua opsi institusi, yaitu melalui Universitas dan Politeknik, atau dikenal juga sebagai University of Applied Science/UAS. Universitas merupakan institusi pendidikan yang mempromosikan bidang riset, keilmuwan, pembelajaran seni dan pendidikan untuk negara dan masyarakat, sedangkan University of Applied Science (UAS) merupakan institusi pendidikan yang memberikan penekanan terhadap bisnis setempat, industri dan sektor servis terutama di level regional. Universitas menawarkan sebagian besar program S2 dan S3 berbahasa pengantar inggris, sedangkan program S1 berbahasa pengantar inggris sebagian besar ditawarkan oleh University of Applied Science (UAS).

Terdapat 16 Universitas yang bekerja dibawah Kementrian Pendidikan dan Budaya Finlandia dimana listnya dapat dilihat disini. Sedangkan list dari 25 University of Applied Science di seluruh Finlandia dapat dilihat disini.

Merupakan kebijakan dari pemerintah setempat untuk menyediakan pendidikan gratis bagi semua pelajar dan mahasiswa di negara yang beriklim ekstrim di musim dingin ini. Selain terbebas dari tuition fee, institusi pendidikan tingkat tinggi juga sangat didukung oleh sistem fasilitas yang sangat memadai. Perpustakaan, internet, laboratorium, online learning platform, hanya merupakan sebagian dari fasilitas-fasilitas yang disediakan secara cuma-cuma untuk para mahasiswa dalam memperlancar studi mereka. Berbagai macam buku dapat diakses di berbagai perpusatakaan, baik perpustakaan institusi maupun kota, melalui sistem yang sangat baik dan efektif. Setiap jurusan program selalu mendapat akses laboratori yang lengkap dan mudah diakses, dan setiap institusi selalu mempunyai online learning platform dimana para mahasiswa dapat mengakses berbagai materi pelajaran kelas secara online.

Antusiasme mahasiswa setempat yang cukup tinggi kepada internasionalisasi dan didukung dengan kehidupan perkuliahan yang tidak pernah lepas dari pertukaran pelajar dari berbagai negara telah membuka atmosfir sosialisasi yang sangat luas bagi mahasiswa yang tengah menuntut ilmu di Finlandia. Uniknya, disaat yang sama negara yang juga dikenal sebagai ”Land of thousand lakes” ini juga memberikan sebuah atmosfir kesunyian, kedamaian dan ketenangan kepada para mahasiswa. Berbagai macam beasiswa pun ditawarkan untuk menarik minat para mahasiswa internasional dalam menuntut ilmu di negeri asal Nokia ini. Info lebih lengkapnya dapat dibaca disini.

Finlandia merupakan negara dimana sistem dapat bekerja dengan sangat baik, efektif dan efisien. Servis publik seperti perpustakaan, transportasi, polisi, pendidikan, kesehatan, perpajakan, perbankan, mempunyai infrastruktur yang dapat diandalkan. Dengan tata kota yang bagus, sistem pemerintahan yang efektif dan transparan, kualitas pendidikan yang merata, tersubsidi penuh, berperingkat internasional dan ditopang dengan fasilitas yang memadai, membuat Finlandia wajib untuk dijadikan bahan pertimbangan bagi para pelajar Indonesia yang tertarik untuk mengemban pendidikan berskala internasional dan berkualitas tinggi.


Posting by : Bimo Murti / 19.06.2012
Source : Study in Finland dan Finland's Ministry of Education and Culture
Also published in: Republika

Sumber : http://ppifinland-belajar.blogspot.com/2012/06/pendidikan-di-finlandia.html

Masih Tentang Pendidikan Finlandia (2) : Beberapa hal yang mungkin bisa ditiru


  1. Anak Finlandia tidak memulai sekolah sampai usia mereka 7 Thn. ( Bandingkan dengan para orangtua di Indonesia justru bangga anaknya sekolah pada usia dibawah usia 7 tahun. bahkan dengan beben pembelajaran yang berat.)
  2. Tidak di bebani Ujian dan PR, sampai menjelang usia mereka remaja.
  3. Anak-anak tidak diukur sama sekali selama enam tahun pertama pendidikan mereka. ( Pada sistem pendidikan kita , Murid SD sampai stress karena sering ditakuti Pihak sekolah, dengan seabreg Ujian, Padahal terkadang anak sering tidak diajar ). "The children are not measured at all for the first six years of their education."
  4. Hanya ada satu tes standar wajib di Finlandia, yang diambil ketika anak-anak berusia 16 Tahun. ( Bandingkan dengan sistem ujian ujian di SMP dan  SMA, Ditambah UN, bukan saja membuat Lembaga pendidikan tidak jujur, Anak hanya dihargai Otaknya saja, Minus bakat dan Minat,)
  5. Tidak ada Kelas Unggulan,semua kemampuan berada pada kelas yang sama. Dan terbukti akhirnya RSBI /RSI di indonesia oleh MK dicabut keberadaanya, karena akan tercipta kasta kasta baru dalam dunia pendidikan. "the-difference-between-weakest-and-strongest-students-is-the-smallest-in-the-world."
  6. Finlandia menghabiskan sekitar 30 persen lebih untuk biaya pendidikan  per siswa mengungguli  Amerika Serikat.
  7. 30 persen anak-anak menerima bantuan tambahan selama sembilan tahun pertama mereka sekolah.
  8. 66 persen siswa masuk ke perguruan tinggi.Dan tertinggi di erofa
  9. Nyaris semua siswa memilki kemampuan akademis yang merata
  10. Kelas sains maksimal 16 siswa sehingga mereka dapat melakukan eksperimen praktis dalam setiap kelas. "Science classes are capped at 16 students so that they may perform practical experiments in every class."
  11. 93 persen masyarakat Finlandia lulus dari SMA.bahkan17,5  peresen lebih tinggi dari AS .
  12. 43 persen dari Finlandia siswa sekolah menengah pergi ke sekolah kejuruan.
  13. Siswa SD mendapatkan 75 menit dari istirahat sehari di Finlandia dibandingkan rata-rata 27 menit di Amerika Serikat. "43 percent of Finnish high-school students go to vocational schools."
  14. Guru hanya menghabiskan 4 jam sehari di dalam kelas, dan mengambil 2 jam seminggu untuk “pengembangan profesional.”. Teachers only spend 4 hours a day in the classroom, and take 2 hours a week for “professional development.”
  15. Finlandia memiliki jumlah  guru sebanyak di  New York City, namun siswa jauh lebih sedikit. Dengan perbandingan 600.000 siswa di finlandia dengan 1,1 juta di NYC.


- See more at: http://esqsmartplus.com/mengapa-finlandia-memiliki-sistem-pendidikan-terbaik-di-dunia/#sthash.a8dJEbj4.dpuf

Masih Tentang Pendidikan Finlandia (1)


Mengejutkan. Ternyata negara yang paling oke tata kelola pendidikannya bukanlah Amerika Serikat, Jepang atau Jerman. Akan tetapi, kiblat pendidikan dunia saat ini mengarah ke negara Finlandia.

Amerika Serikat sendiri berada jauh dibawah level Finlandia, tepatnya di urutan ke-17. Lalu, dimana daya tariknya sistem pendidikan di Finlandia dengan negara-negara lainnya khususnya Indonesia? Jawabannya adalah di kemandirian siswa dan gurunya.

Di Finlandia kemandirian dalam mengikuti proses belajar mengajar itu tidak hanya dinikmati oleh guru-gurunya yang begitu dihormati tetapi juga ditularkan kepada para pelajar melalui berbagai kesempatan-kesempatan penting.

Salah satunya dimana setiap pelajar diberi otonomi khusus untuk menentukan jadwal ujiannya untuk mata pelajaran yang menurutnya sudah dia kuasai.

Sistem inilah yang dipertahankan oleh Finlandia hingga akhirnya berhasil mengantarkan negara ini berada pada posisi puncak sebagai negara yang paling berhasil mengelola pendidikan nasionalnya.

Fantastiknya, dalam evaluasi belajar, angka ketidak lulusan secara nasional tidak pernah melebihi 2 persen pertahunnya. Finlandia juga tidak mengenal istilah ujian semester apalagi ujian nasional layaknya ditanah air.

Evaluasi belajar secara nasional dilakukan tanpa ada intervensi pemerintah sekali pun. Karena setiap sekolah bahkan guru berkuasa penuh untuk menyusun kurikulumnya sendiri.

Jadi jangan pernah berhayal bahwa guru-guru di Finlandia disibukkan untuk mengejar terget-target tertentu karena di negeri ini guru selalu menyesuaikan bahan ajarnya dengan kebutuhan setiap pelajar.

Jadi, di Finlandia siapa pun presidennya dan menteri pendidikannya tidak akan berpengaruh signifikan terhadap masa depan pendidikan. Karena fungsi pemerintah dalam memajukan sektor pendidikan adalah dukungan finansial dan legalitas.

Mau bagaimana caranya, maka gurulah yang berwewenang atas itu karena guru dipandang sebagai sosok yang paling mengerti mau dimana wajah pendidikan Finlandia dibawa dimasa yang akan datang.

Sistem ini telah berdampak positif kepada pola cara mengajar guru yang tidak terlalu dipusingkan oleh hiruk pikuknya politik nasional negaranya.

Keseriusan negara Finlandia menyokong keberhasilan pendidikan nasionalnya dibuktikan dengan diterapkannya kebijakan gratis sekolah 12 tahun. Kerenkan?

Guru-guru Finlandia adalah lulusan terbaik setiap perguruan tinggi dan mereka harus masuk dalam kelompok 10 besar lulusan terbaik. Jika tidak, jangan pernah bermimpi jadi guru di negeri ini.

Itulah sebabnya guru-guru di Finlandia betul-betul berdedikasi tinggi. Gajinya besar dong? Tidak. Guru-guru Finlandia justru digaji dengan gaji secukupnya bahkan bisa dikatakan kurang memadai.

Tetapi gurunya begitu menikmati profesinya hal ini karena mayoritas masyarakat Finlandia begitu menghormati dan menghargai profesi seorang guru.

Di Finlandia hanya ada guru-guru dengan kualitas terbaik dengan pelatihan terbaik pula. Profesi guru sendiri adalah profesi yang sangat dihargai, meski gaji mereka tidaklah fantastis. Lulusan sekolah menengah terbaik biasanya justru mendaftar untuk dapat masuk di sekolah-sekolah pendidikan, dan hanya 1 dari 7 pelamar yang bisa diterima. Persaingannya lebih ketat daripada masuk ke fakultas hukum atau kedokteran!

Jika negara-negara lain percaya bahwa ujian dan evaluasi bagi siswa merupakan bagian yang sangat penting bagi kualitas pendidikan, Finlandia justru percaya bahwa ujian dan testing itulah yang menghancurkan tujuan belajar siswa. Terlalu banyak testing membuat kita cenderung mengajarkan kepada siswa untuk semata lolos dari ujian, ungkap seorang guru di Finlandia.

Pada usia 18 th siswa mengambil ujian untuk mengetahui kualifikasi mereka di perguruan tinggi dan dua pertiga lulusan melanjutkan ke perguruan tinggi.

Siswa diajar untuk mengevaluasi dirinya sendiri, bahkan sejak Pra-TK!
Ini membantu siswa belajar bertanggungjawab atas pekerjaan mereka sendiri, kata Sundstrom, kepala sekolah di SD Poikkilaakso, Finlandia.

Siswa didorong untuk bekerja secara independen dengan berusaha mencari sendiri informasi yang mereka butuhkan. Suasana sekolah sangat santai dan fleksibel. Adanya terlalu banyak komando hanya akan menghasilkan rasa tertekan, dan mengakibatkan suasana belajar menjadi tidak menyenangkan.

Kelompok siswa yang lambat mendapat dukungan intensif. Hal ini juga yang membuat Finlandia sukses.

Berdasarkan penemuan PISA, sekolah-sekolah di Finlandia sangat kecil perbedaan antara siswa yang berprestasi baik dan yang buruk dan merupakan yang terbaik menurut OECD. Remedial tidaklah dianggap sebagai tanda kegagalan tapi sebagai kesempatan untuk memperbaiki. Seorang guru yang bertugas menangani masalah belajar dan prilaku siswa membuat program individual bagi setiap siswa dengan penekanan tujuan-tujuan yang harus dicapai, umpamanya: Pertama, masuk kelas; kemudian datang tepat waktu; berikutnya, bawa buku, dlsb. Kalau mendapat PR siswa bahkan tidak perlu untuk menjawab dengan benar, yang penting mereka berusaha.

Para guru sangat menghindari kritik terhadap pekerjaan siswa mereka. Menurut mereka, jika kita mengatakan “Kamu salah” pada siswa, maka hal tersebut akan membuat siswa malu. Dan jika mereka malu maka ini akan menghambat mereka dalam belajar. Setiap siswa diperbolehkan melakukan kesalahan. Mereka hanya diminta membandingkan hasil mereka dengan nilai sebelumnya, dan tidak dengan siswa lainnya.

Setiap siswa diharapkan agar bangga terhadap dirinya masing-masing. Ranking hanya membuat guru memfokuskan diri pada segelintir siswa tertentu yang dianggap terbaik di kelasnya.

Sumber : http://esqsmartplus.com/mengapa-finlandia-memiliki-sistem-pendidikan-terbaik-di-dunia/

Jul 1, 2014

Finlandia : Rahasia Sukses Pendidikan Finlandia

FINLANDIA amat maju dalam dunia pendidikan justru karena didukung oleh hal-hal berikut ini:

  1. Setiap anak diwajibkan mempelajari bahasa Inggris serta wajib membaca satu buku setiap minggu.
  2. Sistem pendidikannya yang gratis sejak TK hingga tingkat universitas.
  3. Wajib belajar diterapkan kepada setiap anak sejak umur 7 tahun hingga 14 tahun.
  4. Selama masa pendidikan berlangsung, guru mendampingi proses belajar setiap siswa, khususnya mendampingi para siswa yang agak lamban atau lemah dalam hal belajar. Malah terhadap siswa yang lemah, sekolah menyiapkan guru bantu untuk mendampingi siswa tersebut serta kepada mereka diberikan les privat.
  5. Setiap guru wajib membuat evaluasi mengenai perkembangan belajar dari setiap siswa.
  6. Ada perhatian yang khusus terhadap siswa-siswa pada tahap sekolah dasar, karena bagi mereka, menyelesaikan atau mengatasi masalah belajar bagi anak umur sekitar 7 tahun adalah jauh lebih mudah daripada siswa yang telah berumur 14 tahun.
  7. Orang tua bebas memilih sekolah untuk anaknya, meskipun perbedaan mutu antar-sekolah amat sangat kecil.
  8. Semua fasilitas belajar-mengajar dibayar serta disiapkan oleh negara.
  9. Negara membayar biaya kurang lebih 200 ribu Euro per siswa untuk dapat menyelesaikan studinya hingga tingkat universitas
  10. Baik miskin maupun kaya semua siswa memiliki kesempatan yang sama untuk belajar serta meraih cita-citanya karena semua ditanggung oleh negara
  11. Pemerintah tidak segan-segan mengeluarkan dana demi peningkatan mutu pendidikan itu sendiri.
  12. Makan-minum di sekolah serta transportasi anak menuju ke sekolah semuanya ditangani oleh pemerintah.
  13. Biaya pendidkan datang dari pajak daerah, provinsi, serta dari tingkat nasional.
  14. Khusus mengenai para GURU: setiap guru menerima gaji rata-rata 3400 euro per bulan. Guru disiapkan bukan saja untuk menjadi seorang profesor atau pengajar, melainkan disiapkan juga khususnya untuk menjadi seorang ahli pendidikan. Makanya, untuk menjadi guru pada sekolah dasar atau TK saja, guru itu harus memiliki tingkat pendidikan universitas.


Inilah beberapa catatan mengenai RAHASIA atau filosofi KEBERHASILAN PENDIDIKAN DI FINLANDIA.

Sumber : http://sbelen.wordpress.com/2011/08/08/mengapa-mutu-pendidikan-finlandia-terbaik-di-dunia/

Finlandia : Pendidikan Terbaik di Dunia (2)


Lalu bagaimana dengan kebijakan pendidikan Indonesia jika dibandingkan dengan Finlandia?

1. Kita masih asyik memborbardir siswa dengan sekian banyak tes (ulangan harian, ulangan blok, ulangan mid-semester, ulangan umum / kenaikan kelas, dan ujian nasional). Finlandia menganut kebijakan mengurangi tes jadi sesedikit mungkin. Tak ada ujian nasional sampai siswa yang menyelesaikan pendidikan SMA mengikuti matriculation examination untuk masuk PT.

2. Kita masih getol menerapkan KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) sehingga siswa yang gagal tes harus mengikuti tes remidial dan masih ada tinggal kelas. Sebaliknya, Finlandia menganut kebijakan automatic promotion, naik kelas otomatis. Guru siap membantu siswa yang tertinggal sehingga semua naik kelas.

3. Kita masih berpikir bahwa PR amat penting untuk membiasakan siswa disiplin belajar. Bahkan, di sekolah tertentu, tiada hari tanpa PR. Sebaliknya, di Finlandia PR masih bisa ditolerir tapi maksimum hanya menyita waktu setengah jam waktu anak belajar di rumah.

4. Kita masih pusing meningkatkan kualifikasi guru SD agar setara dengan S1, di Finlandia semua guru harus tamatan S2.

5. Kita masih menerima calon guru yang lulus dengan nilai pas-pasan, sedangkan di Finlandia the best ten lulusan universitas yang diterima menjadi guru.

6. Kita masih sibuk memaksa guru membuat silabus dan RPP mengikuti model dari Pusat dan memaksa guru memakai buku pelajaran BSE (Buku Sekolah Elektronik), di Finlandia para guru bebas memilih bentuk atau model persiapan mengajar dan memilih metode serta buku pelajaran sesuai dengan pertimbangannya.

7. Hanya segelintir guru di tanah air yang membuat proses belajar-mengajar itu menyenangkan (learning is fun) melalui penerapan belajar aktif. Terbanyak guru masih getol mengajar satu arah dengan metode ceramah amat dominan. Sedangkan, di Finlandia terbanyak guru menciptakan suasana belajar yang menyenangkan melalui implementasi belajar aktif dan para siswa belajar dalam kelompok-kelompok kecil. Motivasi intrinsik siswa adalah kata kunci keberhasilan dalam belajar.

8. Di tanah air kita terseret arus mengkotak-kotakkan siswa dalam kelas reguler dan kelas anak pintar, kelas anak lamban berbahasa Indonesia dan kelas bilingual (bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar) dan membuat pengkastaan sekolah (sekolah berstandar nasional, sekolah nasional plus, sekolah berstandar internasional, sekolah negeri yang dianakemaskan dan sekolah swasta yang dianaktirikan). Sebaliknya di Finlandia, tidak ada pengkotakan siswa dan pengkastaan sekolah. Sekolah swasta mendapatkan besaran dana yang sama dengan sekolah negeri.

9. Di Indonesia bahasa Inggris wajib diajarkan sejak kelas I SMP, di Finlandia bahasa Inggris mulai diajarkan dari kelas III SD. Alasan kebijakan ini adalah memenangkan persaingan ekonomi di Eropa, membuka kesempatan kerja lebih luas bagi lulusan, mengembangkan wawasan menghargai keanekaragaman kultural.

10. Di Indonesia siswa-siswa kita ke sekolah sebanyak 220 hari dalam setahun (termasuk negara yang menerapkan jumlah hari belajar efektif dalam setahun yang tertinggi di dunia). Sebaliknya, siswa-siswa Finlandia ke sekolah hanya sebanyak 190 hari dalam satu tahun. Jumlah hari liburnya 30 hari lebih banyak daripada di Indonesia. Kita masih menganut pandangan bahwa semakin sering ke sekolah anak makin pintar, mereka malah berpandangan semakin banyak hari libur anak makin pintar.

Sumber : http://sbelen.wordpress.com/2011/08/08/mengapa-mutu-pendidikan-finlandia-terbaik-di-dunia/

Finlandia : Pendidikan Terbaik di Dunia (1)


Sistem pendidikan Finlandia adalah yang terbaik di dunia. Rekor prestasi belajar siswa yang terbaik di negara-negara OECD dan di dunia dalam membaca, matematika, dan sains dicapai para siswa Finlandia dalam tes PISA.  Amerika Serikat dan Eropa, seluruh dunia gempar.

Untuk tiap bayi yang lahir kepada keluarganya diberi maternity package yang berisi 3 buku bacaan untuk ibu, ayah, dan bayi itu sendiri. Alasannya, PAUD adalah tahap belajar pertama dan paling kritis dalam belajar sepanjang hayat. Sebesar 90% pertumbuhan otak terjadi pada usia balita dan 85% brain paths berkembang sebelum anak masuk SD (7 tahun).

Kegemaran membaca aktif didorong. Finlandia menerbitkan lebih banyak buku anak-anak daripada negeri mana pun di dunia. Guru diberi kebebasan melaksanakan kurikulum pemerintah, bebas memilih metode dan buku teks. Stasiun TV menyiarkan program berbahasa asing dengan teks terjemahan dalam bahasa Finish sehingga anak-anak bahkan membaca waktu nonton TV.

Pendidikan di sekolah berlangsung rileks dan masuk kelas siswa harus melepas sepatu, hanya berkaus kaki. Belajar aktif diterapkan guru yang semuanya tamatan S2 dan dipilih dari the best ten lulusan universitas. Orang merasa lebih terhormat jadi guru daripada jadi dokter atau insinyur. Frekuensi tes benar-benar dikurangi. Ujian nasional hanyalah Matriculation Examination  untuk masuk PT. Sekolah swasta mendapatkan dana sama besar dengan dana untuk sekolah negeri.

Sebesar 25% kenaikan pendapatan nasional Finlandia disumbangkan oleh meningkatnya mutu pendidikan. Dari negeri agraris yang tak terkenal kini Finlandia maju di bidang teknologi. Produk HP Nokia misalnya merajai pasar HP dunia. Itulah keajaiban pendidikan Finlandia.

Ada yang berpendapat,  keunggulan mutu pendidikan Finlandia itu tidak mengherankan karena negeri ini amat kecil dengan jumlah penduduk sekitar 5 juta jiwa,  penduduknya homogen,  dan negaranya sudah eksis sekian ratus tahun. Sebaliknya,  penduduk Indonesia lebih dari 220 juta jiwa, amat majemuk terdiri dari beragam suku, agama, budaya, dan latar belakang sosial. Indonesia baru merdeka 66 tahun.

Pendapat senada dikemukakan oleh tokoh-tokoh dan pemerhati pendidikan Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Jepang,  dan negara-negara lain dibandingkan dengan negaranya. Yang paling malu AS karena unit cost anggaran pendidikannya jauh melebihi Finlandia tapi siswanya mencapai ranking 17 dan 24 dalam tes PISA, sedangkan siswa Shanghai China ranking 1, Finlandia 2, dan Korea Selatan 3. Soal siswa di Shanghai China juara masih diragukan karena belum menggambarkan keadaan mutu seluruh pendidikan China. Kalau Finlandia sebagai negara kecil bisa juara mengapa negara kecil yang sudah established seperti Islandia, Norwegia, New Zealand tak bisa?

Akhirnya semua mengakui bahwa sistem pendidikan Finlandia yang terbaik di dunia karena kebijakan-kebijakan pendidikan konsisten selama lebih dari 40 tahun walau partai yang memerintah berganti. Secara umum kebijakan-kebijakan pendidikan China dan Korea Selatan (dan Singapura) juga konsisten dan hasilnya terlihat sekarang.

Sumber : http://sbelen.wordpress.com/2011/08/08/mengapa-mutu-pendidikan-finlandia-terbaik-di-dunia/